MARHABAAN YA RAMADHAN 2014 m-1435 h

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Rasa sukur sudah seharusnya kita panjatkan kehadhirat Alloh swt. yang telah mempertemukan pada ramadhan 1435/2014. Ramadhan bisa digambarkan sebagaiman tamu yang setiap tahun mendatangi setiap muslim. sudah selayaknya tamu kita hormati dengan lapang dada dan dengan sikap hangat penuh kegembiraan. Ramadhan mendatangi siatiap muslim selama sebulan penuh. Tamu yang satu ini sangat sepesial karena tamu ini memberi hadiah kepada setiap muslim dengan rahmad, berkah dan ampunan.Beerbeda dengan tamu biasa, seperti teman lama atau saudara yang bertamu pada kita yang sehari dua hari tamu tersebut menginap dirumah kita, maka kita masih bisa senang dengan kedatangannya, tapi kalau tamu kita itu menginapnya terlalu lama maka ia akan membuat kita jengkel. 
Sudah selayaknya kita harus menyambut tamu yaitu Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan rasa sukur, yaitu dengan mengisinya dengan amal ibadah yang kita dirikan dengan penuh keikhlasan sebagai wujud penghambaan kita pada Alloh swt.
Sebagaimana ungkapan marhaban ya Ramadhan. Kata marhaban menurut etimologi berasal dari kata harb yang artinya lapang atau luas. Dari arti itu kita harus menyambut Ramadhan dengan lapang dada dan bahagia penuh rasa suka cita. Rasa suka dan cinta itu harus diwujudkan dengan bukti amaliah yang dijalankan dengan ikhlas. Jika dicontohkan jika seseorang yang mengaku cinta pada istrinya tentu ia akan berusaha menuruti keinginan-keinginan istrinya tersebut jika istri menginginkan cincin tentu suami akan beerusaha akan membelikan cincin tersebut. Kalau suami mengaku cinta pada istrinya tapi ia tidak berusaha menuruti permintaan istri, ia lupa hari ulang tahun istrinya, ia lupa hari pernikahan, ia lupa tanggung jawab  sebagai seorang suami maka pengakuan bahwa ia mencintai istrinya akan menjadi kebohongan yang besar.
menelaah ilustrasi tersebut maka kalau kita gembira dengan kedatangan Ramadhan maka kita akan menuruti kehendak Alloh swt untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan. Kalau hanya sekedar pengakuan tanpa wujud ibadah maka pengakuan tersebut juga merupakan kebohongan.
Semoga kita dalam menjalani ibadah di bulan suci ini (2014/1435) mendapat ma'unah dari Alloh swt
wallohul muwafiq ila aqwamit thoriq 
wassalamualaikum warohmatullohi  wabarokatuh.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

RUANG KOMENTAR

hak cipta dilindungi undang-undang. Powered by Blogger.